21/04/14

Mantan Dirjen Pajak Jadi Tersangka

Jakarta, Mberita   Tepat di hari ulang tahunnya serta di akhir masa Purnabhaktinya Ketua BPK, Hadi Purnomo yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Pajak pada tahun 2001-2004 di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus di terimanya keberatan wajib pajak Bank BCA sedangkan bank lain tidak. Sehingga dalam kasus tersebut, negara di rugikan sebesar Rp375 miliar. Dan dalam kasus tersebut, HP telah menyalahgunakan kewenangannya hingga di ancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Saat di konfirmasi akan hal tersebut seusai memimpin rapat terakhir, "Saya baru dengar beritanya dari televisi dan sebagai warga negara yang baik, saya akan mengikuti proses hukum", katanya. Senin, (21/4) malam.         (End)

18/04/14

Akhirnya PPP berkoalisi dengan Partai Gerindra

Berawal hadirnya Ketua Umum PPP, Surya Dharma Ali (SDA) pada kampanye Partai Gerindra di Senayan beberapa waktu yang lalu, mengisyaratkan bahwa PPP akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Walaupun sempat terjadi ketegangan di tubuh PPP itu sendiri, akan tetapi semua berhasil di atasi. Hingga akhirnya koalisi pun terjadi dengan di bacakannya deklarasi koalisi oleh Surya. Dharma Ali, Ketua Umum di kantor DPP PPP. Jum'at, (18/4) siang. Sementara koalisi berlangsung, di kediaman Hasyim Ning di Cikini kumpul beberapa tokoh dari Partai Islam. Di antaranya nampak hadir Amien Rais, Ketua MPP Pan, Hidayat Nur Wahid dll. Mereka kumpul untuk menyuarakan aspirasi partai islam agar bersatu sesuai permintaan rakyat yang umumnya kader-kader dari partai islam. Para penggagas berharap jika Partai Islam bersatu maka keberhasilan Poros Tengah pada Pilpres 1999 akan terulang. Tapi menurut Amien Rais, Poros Tengah sekarang ini sudah tidak bisa lagi, karena banyak yang nasionalis. Maka sebaiknya Poros Tengah di ganti dengan Koalisi Indonesia Raya. Akan tetapi dengan koalisinya PPP yang merupakan salah satu partai islam tsb, memupuskan harapan Koalisi Indonesia Raya.  Untuk itu, apa langkah selanjutnya ?

06/04/14

Elektabilitas tinggi, Jokowi di zolimi

Berbagai survey menyebutkan, elektabilitas Jokowi paling tinggi di antara Capres-Capres lainnya. Hal tsb membuat was-was Capres dari partai lainnya, sehingga berbagai cara telah di lakukan partai lain untuk menjatuhkan Jokowi di mata pendukung serta simpatisannya. Mulai dari fitnah, pencemaran nama baik serta hal-hal yang bisa menjatuhkan kredibilitasnya. Semua itu di lakukan lawan-lawan politiknya dengan menghalalkan segala cara. Mahasiswa-mahasiswa bayaran pun di kerahkan agar Jokowi di usut dalam kasus Busway oplosan. Tapi memang Jokowi bak seorang pemimpin tegar menghadapi berbagai cobaan, hal tsb di anggap angin lalu.