barabere.com, jakarta - Bersamaan tiga Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) lainnya, Cipinang Besar, Pulo Gebang dan Jatinegara Kaum, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok baru-baru ini selain meresmikan Rusunawa Tambora, beliau pun secara simbolis membagikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Kartu Auto Debet Bank DKI kepada beberapa penghuni rusun. Selasa, (24/2). Rusun yang di mulai pembangunannya sejak Agustus 2013 silam terletak di wilayah Angke Jaya Kelurahan Angke, Tambora Jakarta Barat tersebut, berdiri di atas tanah seluas 21.743 meter persegi. Bangunannya pun di rancang 3 tower dengan ketinggian 16 lantai dan fasilitas lift tersebut memiliki kapasitas 549 unit, dengan rincian 477 unit untuk penghuni lama sedang 72 unit lainnya di peruntukkan buat warga yang terkena dampak relokasi. "Rusunawa Tambora yang di peruntukkan buat warga berpenghasilan rendah tersebut merupakan rumah sewa pertama di ibukota yang di lengkapi dengan fasilitas lift," ujar Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Ika Lestari Aji. Lebih lanjut ia menjelaskan : "Semua penghuni rusun di kenai biaya sewa sebesar Rp580.000,- per bulan, itupun sudah termasuk biaya pemeliharaan lift dan taman rusun. Adapun sistim pembayarannya di lakukan dengan menggunakan Auto Debet rekening Bank DKI dan bagi yang sudah terdaftar, sudah bisa menempati rusun tersebut," jelas Ika. Bersamaan dengan itu dalam mengantisipasi serta mencegah adanya praktek jual beli rusun, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta (Kadis Dukcapil), Edison Sianturi melakukan pendataan terhadap penghuni rusun dengan maksud agar alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan rusun yang di tempati. Dan sampai berita ini di turunkan, pendataan terhadap penghuni rusun masih tetap berlangsung. Ikut hadir saat peresmian tersebut, Sekda Bidang Pembangunan DKI, Mara Oloan Siregar, Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI, Irmansyah, Kepala Inspektorat DKI, Lasro Marbun, Kasatpol PP DKI, Kukuh Hadi Santoso serta Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi.