barabere.com, Jakarta - Suasana nampak ceria tatkala para siswa-siswi di sertai orangtua/wali murid datang memenuhi undangan di acara Pesta Perpisahan siswa-siswi kelas enam 02, 03 dan 04 Petang Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat. Selain sambutan oleh para panitia, acara tersebut menampilkan berbagai hiburan menarik. Di antaranya menampilkan Kesenian serta Tarian Betawi, Pantomin, Penyanyi Cilik, Modern Dance, Berbagai Tarian Kolosal dan lain sebagainya. "Wah . senang sekali, dalam acara ini bisa kumpul sama teman lama. Dan saya perhatikan, baik siswa-siswi maupun orangtua murid nampak tak kuasa meluapkan kegembiraan tatkala putra-putri mereka pun turut serta mengisi acara tersebut," kata seorang ibu yang putranya pun ikut mengisi acara tersebut. Sabtu, (21/6) pagi. Kesimpulan dalam acara tersebut, "Semoga acara perpisahan siswa-siswi kelas enam yang sedang di laksanakan ini, menjadi kenangan tersendiri," kata seorang guru SDN Jembatan Lima Tambora Jakarta Barat.
20/06/14
17/06/14
Jembatan Penghubung Kedua Kota, Di Terlantarkan
barabere.com, Jakarta - Sejak ambruknya jembatan yang menghubungkan kedua kota yakni Kelurahan Duri Pulo, Gambir Jakarta Pusat dengan Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan Jakarta Barat, Jum'at (6/6) sampai berita ini di turunkan belum juga di perbaiki, padahal jelas-jelas jembatan tersebut sangat di butuhkan warga yang bermukim disana. Selain sebagai penghubung kedua kota karena akses yang sangat dekat, jembatan itupun sangat di butuhkan para siswa-siswi yang hendak berangkat ataupun pulang sekolah. Saat masih berfungsi, mereka umumnya menggunakan jembatan tersebut sebagai jalur alternatif yang paling dekat. Warga Duri Pulo hampir tiap hari berbelanja di Pasar Grogol, begitu juga sebaliknya warga Grogol pun bisa dengan cepat menuju Pusat Perbelanjaan Roxy Mas ataupun Season City. Dan dengan adanya jembatan penghubung tersebut sangatlah di rasakan manfaatnya bagi warga setempat, karena untuk tiba ke tempat yang di tuju tidaklah terlalu lama. Warga di sekitar lokasi menyayangkan lambannya perbaikan yang hingga kini berlarut-larut, sehingga sejak ambruknya jembatan tersebut terkesan di biarkan begitu saja alias di terlantarkan. Padahal sarana kepentingan umum haruslah di utamakan, mengingat akses yang digunakan sangatlah membantu. Namun begitu warga tetap optimis, Dinas Pekeraan Umum DKI Jakarta yang membidangi masalah Perbaikan Jalan dan Jembatan segera memperbaikinya. Ketika wartawan menanyakan perihal jembatan yang hingga kini belum juga diperbaiki kepada salah seorang warga sekitar, kemudian di jawabnya, "Iya Pak, kejadiannya hampir dua minggu yang lalu tapi hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki juga. Padahal jembatan tersebut sangat berarti sekali bagi kami, walau sesekali di pakai tawuran pelajar," kilah seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Rw06 Grogol. Selasa (17/6). Lebih lanjut ia menambahkan, "Kami berharap kepada instansi terkait untuk secepatnya memperbaiki jembatan tersebut, mengingat sebentar lagi menjelang bulan puasa serta Hari Raya Idul Fitri sehingga jembatan tersebut bisa di gunakan kembali," tambahnya.
02/06/14
Proses KJP Rumit, Orangtua Siswa Makin Menjerit
barabere.com, Jakarta - Di usianya yang sudah berjalan satu setengah tahun lamanya, nampaknya KJP masih saja menuai berbagai kendala. Mulai dari pembagian KJP yang tidak merata hingga tak tepat sasaran. Juga pada proses pembuatan serta adanya verifikasi data yang terkesan rumit, membuat para pemohon dan penerima KJP kebingungan. Dan sampai saat ini pun masih banyak warga DKI yang tidak mampu ternyata belum tersentuh bantuan, padahal jelas-jelas mereka sangat membutuhkan untuk membeli berbagai keperluan sekolah. Baru-baru ini Dinas Pendidikan DKI telah memberi kesempatan kepada warga tidak mampu yang belum mendapatkan KJP agar segera membuat surat permohonan pengajuan sebagai penerima KJP tahun anggaran 2014. Sebagai syarat kelengkapan dalam memperoleh KJP adalah sebagai berikut : Surat Permohonan yang di tulis tangan, Surat Pernyataan yang di tulis tangan dan bermeterai 6000, Foto copy KTP dan KK yang harus di legalisir oleh kelurahan serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan. Adapun semua berkas persyaratan, masing-masing rangkap lima. Mengingat batas waktu yang di berikan amat sempit atau hari Senin (2/6) semua berkas sudah harus di kumpulkan, maka tak ayal tiap-tiap kantor kelurahan yang ada di DKI bak pasar ayam akibat membludaknya warga yang hendak membuat SKTM dan melegalisir KK. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan DKI, "Bagi yang sudah menerima KJP sebelumnya, cukup verifikasi data dengan membawa KJP lama ke bagian Seksi Pendidikan di kecamatan serta tidak perlu pakai SKTM lagi," jelas Larso Marbun. Di tambahkan pula, terbatasnya anggaran di tahun 2014 yang hanya 779 miliar bisa menjadi polemik. Oleh karenanya, kemungkinan yang menerima KJP tahun 2014 ini tidak sebanyak yang di harapkan yaitu 611.507 siswa. Sebelumnya Pemprov DKI telah mengucurkan dana bagi penerima KJP setiap tiga bulan sekali dengan rincian sebagai berikut : SD sebesar Rp180 ribu/siswa, SMP sebesar Rp210 ribu/siswa dan SMA sebesar Rp240 ribu/siswa. Ketika wartawan Media Online "barabere.com" memantau proses pengembalian permohonan KJP di salah stu sekolah di Jakarta barat, terlihat adanya seorang pegawai sekolah yang bekerja hingga larut malam masih menerima berkas persyaratan KJP yang di sodorkan orangtua siswa. "Demi pengabdian walau sampai larut malam pun di tunggu, barangkali ada orangtua sisiwa yang belum menyerahkan berkas mengingat waktunya tidak boleh lewat dari hari Senin," demikian Iqbal Sardi (25th), salah satu pegawai di bagian operator SDN Jembatan Lima 04 Petang. Senin, (2/6) malam.
Langganan:
Komentar (Atom)