24/05/15

Pencanangan Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-107 Di Rusunawa Tambora

(INZET : Ketua Umum PB IDI, dr Zaenal Abidin) barabere.com, Jakarta - Adanya permasalahan kesehatan bangsa yang hampir 70 tahun merdeka, masih banyak di temui saat ini. Padahal masa depan kesehatan bangsa, sangat tergantung pada apa yang di lakukan seluruh komponen bangsa terutama di bidang kesehatan. Karenanya untuk mewujudkan kondisi sehat suatu bangsa, kesehatan anak dalam satu keluarga menjadi sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan generasi penerus. Begitu pula tugas seorang ibu, bersama suami mendidik serta menjaga kesehatan seluruh anggota keluarganya. Sehingga gangguan kesehatan pada ibu dan anak yang secara langsung dapat di katakan mempengaruhi status kesehatan sebuah bangsa, dapat di atasi. Dengan mengusung tema "Dokter Untuk Bangsa, Strategi Merawat Indonesia" pada kegiatan tahun 2015 ini, PB IDI bersama POGI serta Perhimpunan Dokter yang di dukung Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI serta Pemprov DKI, BPJS Kesehatan dan IDI wilayah/cabang se-DKI, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Gerakan Satu Juta Telur Untuk Anak Indonesia yang merupakan puncak acara pada Hari Bakti Dokter Indonesia ke-107. Adapun kegiatan deteksi dini tersebut menggunakan metode IVA secara cuma-cuma dengan target 300 ibu rumah tangga. Sedang untuk pembagian telur, kegiatan menargetkan anak-anak di bawah usia 2 tahun (1000 hari pertama kehidupan). Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Zaenal Abidin menjelaskan, "Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu  yang mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup sebagian besar akibat kanker serviks. Oleh sebab itu dengan adanya gerakan sederhana seperti deteksi dini serta pencegahannya kemungkinan dapat meminimalisir angka kematian tersebut. Dan apabila di lakukan dengan tepat, massif dan konsisten, maka masalah besarpun akan menjadi kecil yang akhirnya bisa di selesaikan," jelasnya. Beliaupun menambahkan, "Melalui momentum Hari Bakti Dokter Indonesia, seluruh jajaran IDI baik di tingkat pusat maupun daerah dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui kegiatan Sosial kesehatan beliaupun berharap, agar masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada dokter Indonesia di tengah derasnya laju globalisasi dan komersialisasi yang sedikit banyak mengikis rasa kemanusiaan pelaku kesehatan. Semoga Indonesia yang lebih sehat dapat terwujud untuk masa depan yang lebih baik," demikian Zaenal. Minggu, (24/5)

Tidak ada komentar: