(Inzet : Gerobak PKL yang di kuasai preman) barabere.com, Jakarta - Keberadaan gerobak-gerobak PKL di simpang tiga jalan Krendang Timur dan Krendang Tengah Rw02 atau lebih tepatnya berada di depan musholla, sungguh mengganggu lingkungan. Lagi pula dengan adanya gerobak tersebut, selain tak enak di pandang mata, wilayahpun terkesan kotor dan kumuh. Kondisi jalanpun semakin sempit, sehingga banyak para pengendara kecewa saat melintasinya. Saat masalah tersebut di konfirmasikan kepada bapak Mastur selaku Ketua Rw setempat, beliau menjawab dengan pepatah : "Orang yang makan nangkanya, kami yang kena getahnya," ujar Mastur dengan nada kesal. Beliau menambahkan, "Sebenarnya gerobak-gerobak tersebut milik para pedagang dan biasa di gunakan untuk berjualan pada malam hari yakni di sekitar kawasan Jembatan Lima. Namun usai berjualan, mereka malas untuk membawa pulang. Sehingga banyak di antara pedagang yang menitipkannya kepada preman dan tanpa di ketahui pengurus wilayah setempat. Tentu saja kami sebagai pengurus wilayah merasa kecewa dengan keberadaan gerobak tersebut, sehingga kami merasa tidak di hargai," keluh Mastur. Sabtu, (30/5). Wargapun banyak yang menolak dengan adanya gerobak-gerobak tersebut, karena selain mengganggu aktivitas juga bikin sempit jalan. "Gerobak tersebut suatu ganjalan bagi kami untuk melakukan berbagai kegiatan bersih-bersih lingkungan. Tempat yang seharusnya kami bersihkan, akhirnya di lewati begitu saja. Sehingga wilayah kami yang seharusnya bersih, indah dan asri, tetap saja masih terkesan kotor dan kumuh," demikian Isra, salah satu pengurus wilayah. Dalam mengatasi kesemrawutan di wilayahnya, Masturpun berembug bersama pengurus wilayah lainnya dan di capailah kesimpulan yang intinya meminta serta memohon bantuan pejabat terkait dalam hal ini bapak Camat Tambora dan Lurah Krendang agar secepatnya menertibkan keberadaan gerobak-gerobak yang telah di kuasai preman.28/05/15
Gerobak PKL Di Jalan Krendang Tengah, Bikin Jalan Sempit
(Inzet : Gerobak PKL yang di kuasai preman) barabere.com, Jakarta - Keberadaan gerobak-gerobak PKL di simpang tiga jalan Krendang Timur dan Krendang Tengah Rw02 atau lebih tepatnya berada di depan musholla, sungguh mengganggu lingkungan. Lagi pula dengan adanya gerobak tersebut, selain tak enak di pandang mata, wilayahpun terkesan kotor dan kumuh. Kondisi jalanpun semakin sempit, sehingga banyak para pengendara kecewa saat melintasinya. Saat masalah tersebut di konfirmasikan kepada bapak Mastur selaku Ketua Rw setempat, beliau menjawab dengan pepatah : "Orang yang makan nangkanya, kami yang kena getahnya," ujar Mastur dengan nada kesal. Beliau menambahkan, "Sebenarnya gerobak-gerobak tersebut milik para pedagang dan biasa di gunakan untuk berjualan pada malam hari yakni di sekitar kawasan Jembatan Lima. Namun usai berjualan, mereka malas untuk membawa pulang. Sehingga banyak di antara pedagang yang menitipkannya kepada preman dan tanpa di ketahui pengurus wilayah setempat. Tentu saja kami sebagai pengurus wilayah merasa kecewa dengan keberadaan gerobak tersebut, sehingga kami merasa tidak di hargai," keluh Mastur. Sabtu, (30/5). Wargapun banyak yang menolak dengan adanya gerobak-gerobak tersebut, karena selain mengganggu aktivitas juga bikin sempit jalan. "Gerobak tersebut suatu ganjalan bagi kami untuk melakukan berbagai kegiatan bersih-bersih lingkungan. Tempat yang seharusnya kami bersihkan, akhirnya di lewati begitu saja. Sehingga wilayah kami yang seharusnya bersih, indah dan asri, tetap saja masih terkesan kotor dan kumuh," demikian Isra, salah satu pengurus wilayah. Dalam mengatasi kesemrawutan di wilayahnya, Masturpun berembug bersama pengurus wilayah lainnya dan di capailah kesimpulan yang intinya meminta serta memohon bantuan pejabat terkait dalam hal ini bapak Camat Tambora dan Lurah Krendang agar secepatnya menertibkan keberadaan gerobak-gerobak yang telah di kuasai preman.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar