(Inzet : Silvi Anggraeni saat berpidato) barabere.com, Jakarta - Jelang bulan suci ramadhan yang penuh maghfiroh serta bulan yang penuh rahmat dari Allah swt, seperti biasa setiap majlis ta'lim dimanapun berada pasti mengadakan acara penutupan. Dan salah satu majlis ta'lim di wilayah kelurahan Krendang yang menyelenggarakan acara tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Qur'an "Nurul Islam Ad-Dauroh", yang pada tanggal 10 Juni 2015 lalu menyelenggarakan acara malam penutupan pengajian anak-anak dengan cara sederhana namun meriah. Selain di hibur marawis dari para santri itu sendiri, serta di isi pula dengan berbagai pidato oleh sekitar 100-an santri TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh" yang beralamat di Jalan Krendang Timur Gang IV Rt011/01 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora Jakarta barat. Saat sambutan di hadapan sekitar puluhan orangtua santri yang hadir, ketua TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh", Nurdin S.Ag mengatakan, "Di dalam ajaran islam, tidak ada yang tidak di benarkan untuk belajar agama islam. Dan para orangtuapun jangan sampai meninggalkan kewajiban untuk mendidik anaknya dalam belajar agama islam," demikian Nurdin. Lebih lanjut beliau menghimbau, "Orangtua sedianya agar menjaga anaknya, karena mereka merupakan aset. Dan juga di usahakan, agar jangan sampai terbengkalai seperti sampah yang tidak di senangi oleh masyarakat. Seperti bunyi falsafah, piring, sendok, gelas hilang di cari. Sedang anak sendiri hilang, tak di cari," imbaunya. Di akhir sambutan beliau menyampaikan pesan dari Kapolsek Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono SIK, MSi kepada santri-santrinya, agar jangan sampai membangunkan sahur sebelum pukul 01.00 WIB. Andai pesan berisi larangan tersebut di langgar, maka beliau tak segan-segan akan menindaknya. Usai sambutan, acarapun di lanjutkan dengan pembacaan hafalan masing-masing santri di hadapan para oranggtuanya. Namun saat memasuki pertengahan acara, sempat terjadi insiden yang tidak mengenakkan. Saat dimana ketika orangtua santri hendak mengambil gambar/foto putrinya yang akan berpidato, tiba-tiba terpeleset dan terjatuh akibat banyaknya genangan air mineral di lantai. Namun sangat di sayangkan, di hadapan orang banyak justru kebodohan ketua TPA tersebut di tonjolkan. Seharusnya saat melihat kejadian beliau cepat-cepat menyuruh santri lain yang berada di tempat kejadian agar membersihkan genangan air mineral tersebut, sehingga tidak pula membahayakan bagi yang lainnya. Prilakunya justru terbalik, beliau malah mentertawakannya. Tentu saja hal tersebut membuat malu orangtua santri di hadapan orang banyak, karena seolah-olah beliau mengejeknya. Dan atas tindakan bodoh dari ketua TPA tersebut, orangtua santri hanya bisa menyesalinya. Seharusnya "Tertawanya ketua TPA tersebut sangat di sesalkan dan sangat di sayangkan, karena jelas-jelas sangat menyinggung orangtua santri di hadapan orang banyak/umum. Dan ulah tersebut merupakan suatu tindakan yang tak beretika, oleh sebab menjengkelkan," sesal orangtua santri. Akhirnya tak sampai di penghujung acara, orangtua santri itupun pamit dengan menahan rasa malu. Rabu, (10/6) malam.10/06/15
Malam Penutupan TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh" Krendang, Menjengkelkan
(Inzet : Silvi Anggraeni saat berpidato) barabere.com, Jakarta - Jelang bulan suci ramadhan yang penuh maghfiroh serta bulan yang penuh rahmat dari Allah swt, seperti biasa setiap majlis ta'lim dimanapun berada pasti mengadakan acara penutupan. Dan salah satu majlis ta'lim di wilayah kelurahan Krendang yang menyelenggarakan acara tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Qur'an "Nurul Islam Ad-Dauroh", yang pada tanggal 10 Juni 2015 lalu menyelenggarakan acara malam penutupan pengajian anak-anak dengan cara sederhana namun meriah. Selain di hibur marawis dari para santri itu sendiri, serta di isi pula dengan berbagai pidato oleh sekitar 100-an santri TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh" yang beralamat di Jalan Krendang Timur Gang IV Rt011/01 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora Jakarta barat. Saat sambutan di hadapan sekitar puluhan orangtua santri yang hadir, ketua TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh", Nurdin S.Ag mengatakan, "Di dalam ajaran islam, tidak ada yang tidak di benarkan untuk belajar agama islam. Dan para orangtuapun jangan sampai meninggalkan kewajiban untuk mendidik anaknya dalam belajar agama islam," demikian Nurdin. Lebih lanjut beliau menghimbau, "Orangtua sedianya agar menjaga anaknya, karena mereka merupakan aset. Dan juga di usahakan, agar jangan sampai terbengkalai seperti sampah yang tidak di senangi oleh masyarakat. Seperti bunyi falsafah, piring, sendok, gelas hilang di cari. Sedang anak sendiri hilang, tak di cari," imbaunya. Di akhir sambutan beliau menyampaikan pesan dari Kapolsek Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono SIK, MSi kepada santri-santrinya, agar jangan sampai membangunkan sahur sebelum pukul 01.00 WIB. Andai pesan berisi larangan tersebut di langgar, maka beliau tak segan-segan akan menindaknya. Usai sambutan, acarapun di lanjutkan dengan pembacaan hafalan masing-masing santri di hadapan para oranggtuanya. Namun saat memasuki pertengahan acara, sempat terjadi insiden yang tidak mengenakkan. Saat dimana ketika orangtua santri hendak mengambil gambar/foto putrinya yang akan berpidato, tiba-tiba terpeleset dan terjatuh akibat banyaknya genangan air mineral di lantai. Namun sangat di sayangkan, di hadapan orang banyak justru kebodohan ketua TPA tersebut di tonjolkan. Seharusnya saat melihat kejadian beliau cepat-cepat menyuruh santri lain yang berada di tempat kejadian agar membersihkan genangan air mineral tersebut, sehingga tidak pula membahayakan bagi yang lainnya. Prilakunya justru terbalik, beliau malah mentertawakannya. Tentu saja hal tersebut membuat malu orangtua santri di hadapan orang banyak, karena seolah-olah beliau mengejeknya. Dan atas tindakan bodoh dari ketua TPA tersebut, orangtua santri hanya bisa menyesalinya. Seharusnya "Tertawanya ketua TPA tersebut sangat di sesalkan dan sangat di sayangkan, karena jelas-jelas sangat menyinggung orangtua santri di hadapan orang banyak/umum. Dan ulah tersebut merupakan suatu tindakan yang tak beretika, oleh sebab menjengkelkan," sesal orangtua santri. Akhirnya tak sampai di penghujung acara, orangtua santri itupun pamit dengan menahan rasa malu. Rabu, (10/6) malam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar