(Inzet : Saat penertiban berlangsung) barabere.com, Jakarta - Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di tepi kali Cibubur, Krendang, kembali di tertibkan. Lapak dan gerobak mereka tak luput dari sasaran, semuanya di angkut untuk kemudian di naikkan ke atas truk yang telah di sediakan. Pada penertiban kali ini, puluhan Satpol PP di kerahkan. mereka sigap mengantisipasi berbagai keadaan. Hingga akhirnya penertiban pun berlangsung kondusif tanpa ada perlawanan dari para pedagang. Karena mereka para pedagang menyadari, selain tak mentaati kebijakan juga melanggar aturan. Sebelumnya kawasan tersebut pernah di tertibkan, namun kebanyakkan para pedagang membandel hingga akhirnya kembali marak. Pada penertiban sebelumnya Lurah Krendang, Mahfud telah memberi kebijaksanaan dengan memperbolehkan para pedagang berjualan mulai pukul 17.00 hingga selesai. Namun toleransi tersebut tak di manfaatkan pedagang dengan baik, hingga banyak di antara mereka yang membandel. Tanpa toleransi lagi, akhirnya dagangan merekapun di obrak-abrik Satpol PP. Salah seorang pedagang yang gerobaknya di angkut hanya bisa pasrah. "Habis mau di kata apalagi, ini sudah nasib bagi orang yang suka membandel seperti saya. Kecuali hanya bisa pasrah, dengan keadaan ini," tutur pedagang dengan nada sedih. Saat salah satu 3 Pilar Kelurahan Krendang di konfirmasi tentang tujuan dari penertiban tersebut, beliau menjawab : "Kami 3 Pilar Kelurahan Krendang sedang giat-giatnya menata wilayah dan apa yang kami lakukan semua semata-mata agar wilayah tidak terkesan kotor serta kumuh," kata Mahfud, Lurah Krendang yang rajin blusukan. Lebih lanjut beliau menambahkan, "Pada dasarnya kami tidak melarang mereka berjualan, namun seharusnya merekapun tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan agar wilayah tidak terkesan kotor dan kumuh," sambungnya. Kamis, (4/6)04/06/15
Satpol PP Kecamatan Tambora Kembali Tertibkan PKL Krendang
(Inzet : Saat penertiban berlangsung) barabere.com, Jakarta - Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di tepi kali Cibubur, Krendang, kembali di tertibkan. Lapak dan gerobak mereka tak luput dari sasaran, semuanya di angkut untuk kemudian di naikkan ke atas truk yang telah di sediakan. Pada penertiban kali ini, puluhan Satpol PP di kerahkan. mereka sigap mengantisipasi berbagai keadaan. Hingga akhirnya penertiban pun berlangsung kondusif tanpa ada perlawanan dari para pedagang. Karena mereka para pedagang menyadari, selain tak mentaati kebijakan juga melanggar aturan. Sebelumnya kawasan tersebut pernah di tertibkan, namun kebanyakkan para pedagang membandel hingga akhirnya kembali marak. Pada penertiban sebelumnya Lurah Krendang, Mahfud telah memberi kebijaksanaan dengan memperbolehkan para pedagang berjualan mulai pukul 17.00 hingga selesai. Namun toleransi tersebut tak di manfaatkan pedagang dengan baik, hingga banyak di antara mereka yang membandel. Tanpa toleransi lagi, akhirnya dagangan merekapun di obrak-abrik Satpol PP. Salah seorang pedagang yang gerobaknya di angkut hanya bisa pasrah. "Habis mau di kata apalagi, ini sudah nasib bagi orang yang suka membandel seperti saya. Kecuali hanya bisa pasrah, dengan keadaan ini," tutur pedagang dengan nada sedih. Saat salah satu 3 Pilar Kelurahan Krendang di konfirmasi tentang tujuan dari penertiban tersebut, beliau menjawab : "Kami 3 Pilar Kelurahan Krendang sedang giat-giatnya menata wilayah dan apa yang kami lakukan semua semata-mata agar wilayah tidak terkesan kotor serta kumuh," kata Mahfud, Lurah Krendang yang rajin blusukan. Lebih lanjut beliau menambahkan, "Pada dasarnya kami tidak melarang mereka berjualan, namun seharusnya merekapun tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan agar wilayah tidak terkesan kotor dan kumuh," sambungnya. Kamis, (4/6)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar