barabere.com, Jakarta - Entah karena kesulitan ekonomi atau faktor lainnya sehingga rumah yang sudah puluhan tahun di tempatinya akan di jualnya. Kemungkinan Ibu Ecin Kuraesin (64 th) yang berprofesi sebagai bidan tersebut ingin menghabiskan hari tuanya di rumah suaminya yang sudah meninggal dunia yakni di sekitar kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. "Kemungkinan sehabis rumah laku di jual. saya akan pindah ke daerah Jatinegara," kata Ecin. Rabu, (15/4) sore. Rumah yang di tempatinya tersebut berukuran 4 x 10 m serta memiliki surat Akte Jual Beli. Untuk lokasinya sangat strategis dan berada di dalam gang dengan alamat Jalan Krendang Bedeng Rt004/08 no.26 Kelurahan Duri Utara Kecamatan Tambora Jakarta barat. Dan rumah tersebut akan di jual dengan harga Rp350.000.000,- (Tiga ratus lima puluh juta rupiah) tapi masih bisa nego. Bagi yang berminat, silakan menghubungi Bidan Ecin Kuraesin : (021) 6300734.
15/04/15
04/04/15
Tepi Kali Krendang Utara, Di Percantik
barabere.com, Jakarta - Walaupun nama Mahfud (ex.Lurah Kelapa Dua) masih asing di mata warganya karena baru beberapa bulan menjabat sebagai Lurah Krendang, Tambora Jakarta Barat, namun kinerjanya tak di ragukan. Sepak terjangnya jelas sangat jauh berbeda dari pejabat sebelumnya. Tak terkecuali hari libur, beliaupun sering turun ke lapangan (blusukan) berkunjung ke wilayah-wilayah yang menjadi tanggung-jawabnya. Berbagai keluhan wargapun cepat di tanggapi, kemudian di tindaklanjuti. Seperti halnya keluhan warga pada Harian Independen Poskota kolom Aspirasi Warga Jakarta tentang adanya cucian motor serta PKL di tepi kali Krendang Utara yang sangat mengganggu dan mempersempit jalan, sudah di responnya dengan menertibkannya. Beberapa cucian motor yang ada di wilayah Rw02, 03 dan 04 telah di bongkar kemudian di percantik dengan pot berisi tanaman hias sehingga nampak sebuah taman yang asri. Untuk para PKL, masih di beri kesempatan berjualan di pinggir kali Krendang Utara mulai pukul 17.00 hingga malam. Mereka di perbolehkan berjualan kembali di malam hari karena umumnya warga Krendang yang sudah lama berjualan disana. Salah seorang pedagang menyambut baik kebijakan Lurahnya, "Kami menyambut baik penataan pinggir kali Krendang menjadi taman yang asri dan sangat apresiasi terhadap kebijakan Lurahnya yang membolehkan berjualan kembali seperti sediakala, walaupun harus malam," kata pedagang yang tak mau di sebut namanya. Minggu, (5/4).
24/02/15
Peresmian Simbolis, Di Rusunawa Tambora
barabere.com, jakarta - Bersamaan tiga Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) lainnya, Cipinang Besar, Pulo Gebang dan Jatinegara Kaum, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok baru-baru ini selain meresmikan Rusunawa Tambora, beliau pun secara simbolis membagikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta Kartu Auto Debet Bank DKI kepada beberapa penghuni rusun. Selasa, (24/2). Rusun yang di mulai pembangunannya sejak Agustus 2013 silam terletak di wilayah Angke Jaya Kelurahan Angke, Tambora Jakarta Barat tersebut, berdiri di atas tanah seluas 21.743 meter persegi. Bangunannya pun di rancang 3 tower dengan ketinggian 16 lantai dan fasilitas lift tersebut memiliki kapasitas 549 unit, dengan rincian 477 unit untuk penghuni lama sedang 72 unit lainnya di peruntukkan buat warga yang terkena dampak relokasi. "Rusunawa Tambora yang di peruntukkan buat warga berpenghasilan rendah tersebut merupakan rumah sewa pertama di ibukota yang di lengkapi dengan fasilitas lift," ujar Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Gedung Pemda DKI, Ika Lestari Aji. Lebih lanjut ia menjelaskan : "Semua penghuni rusun di kenai biaya sewa sebesar Rp580.000,- per bulan, itupun sudah termasuk biaya pemeliharaan lift dan taman rusun. Adapun sistim pembayarannya di lakukan dengan menggunakan Auto Debet rekening Bank DKI dan bagi yang sudah terdaftar, sudah bisa menempati rusun tersebut," jelas Ika. Bersamaan dengan itu dalam mengantisipasi serta mencegah adanya praktek jual beli rusun, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta (Kadis Dukcapil), Edison Sianturi melakukan pendataan terhadap penghuni rusun dengan maksud agar alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai dengan rusun yang di tempati. Dan sampai berita ini di turunkan, pendataan terhadap penghuni rusun masih tetap berlangsung. Ikut hadir saat peresmian tersebut, Sekda Bidang Pembangunan DKI, Mara Oloan Siregar, Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI, Irmansyah, Kepala Inspektorat DKI, Lasro Marbun, Kasatpol PP DKI, Kukuh Hadi Santoso serta Walikota Jakarta Barat, Anas Efendi.
22/01/15
Harapan Warga, Saluran Air Di Jl.Krendang Timur 3 Tambora Di Kuras
barabere.com, Jakarta - Gara-gara tersumbatnya saluran air (got) pada salah satu titik di lingkungan Rt006/01 Kelurahan Krendang Kecamatan Tambora Jakarta Barat, menyebabkan tersendatnya arus air yang berakibat meluapnya air got ke pemukiman warga di Jl.Krendang Timur 3 meliputi Rt001/05-Rt010, Rt009, Rt008, Rt007 dan Rt006/01. Keadaan tersebut telah berlangsung lama, dan baru sekarang ini warga menjerit akibat banyak di antara mereka yang terserang penyakit gatal-gatal dan lain sebagainya. Saat di kunjungi Lurah yang baru beberapa hari menjabat, warga berharap adanya perbaikan pada saluran got tersebut. Tapi rupanya hingga saat ini belum ada tindakan terkecuali cuma di foto-foto saja. Salah seorang pemuda yang aktif pada kegiatan lingkungan di wilayahnya menjelaskan : ,,Saluran air (got) yang meluap hingga menggenangi pemukiman warga, kemungkinan ada aliran air yang tersumbat di lingkungan Rt006/01 tepatnya di bawah pintu (depan Musholla Jamiatun Nur). Beberapa hari yang lalu pun warga merasa tenang, saat mendengar kabar bahwa Pak Camat akan segera membongkarnya. Namun harapan tersebut rupanya tak menjadi kenyataan, bahkan kedatangan Lurah selanjutnya pun cuma untuk mengambil gambar (foto-foto) saja", demikian Muntasar (48th) yang akrab di sapa Acay. Rabu, (21/1). Akhirnya pada kesempatan akhir warga pun berharap kepada para pejabat di wilayahnya agar mau peduli serta mendengar keluhan tersebut.
23/09/14
Terganjal SK, Pelantikan Pimpinan DPRD Di Undur
barabere.com, Jakarta - Pelantikan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI yang sedianya di agendakan pada hari Senin, (22/9/2014) lalu, terpaksa di undur. Hal itu di sebabkan belum adanya Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pimpinan DPRD DKI yang di keluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Sehingga Pelaksanaannya kemungkinan di undur sampai pekan depan atau sampai dengan SK Pengangkatan Pimpinan dari Kemdagri di terima oleh DPRD. "Bagaimana mau di lantik, SK nya saja belum kami terima," kata Jhonny Simanjuntak, Ketua DPRD Sementara. Senin, (22/9/2014). Namun Politisi PDI-P tersebut lebih lanjut menambahkan, "Kami belum bisa memastikan, kapan SK dari Kemdagri turun. Namun demikian kami berharap agar SK Pengangkatannya turun secepatnya, sehingga Pelaksanaan Pelantikan Pimpinan DPRD DKI bisa di laksanakan pekan depan," demikian Jhonny. Sementara pihak Kemdagri menolak anggapan bahwa terganjalnya SK Pengangkatan Pimpinan DPRD DKI bukan karena di sengaja. Namun hal itu di sebabkan pihaknya belum menerima Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan dari Pmpinan DPRD Sementara, sehingga pihaknya tidak bisa mengeluarkan SK tanpa adanya Surat Pengajuan tersebut. "Bagaimana mungkin SK bisa keluar, tanpa adanya Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan dari Pimpinan DPRD Sementara," kilah Dodi Riyadmadji. Namun lebih lanjut, Juru Bicara Kemdagri tersebut meyakinkan bahwa : "SK Pengangkatan akan keluar dalam waktu 12 hari, setelah Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan Pimpinan dari DPRD telah kami terima," sambung Dodi. Sebelumnya Ketua DPRD Terpilih periode 2014-2019 usai Rapat Paripurna pada Senin, (14/9/2014) menyatakan bahwa.: "Kemungkinan Pelantikan Pimpinan DPRD DKI akan di langsungkan antara tanggal 22-23 September 2014. Setelah itu, secepatnya kami akan bekerja mnyusun Komisi-Komisi serta Badan-Badan Kelengkapan Dewan," kata Prasetyo Edi Marsudi, Politisi PDI-P.
22/09/14
PAUD "Bintang Ceria" Butuh Kepedulian Pejabat Setempat
barabere.com, Jakarta - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak berusia 4-5 tahun sangatlah di butuhkan, hal itu di karenakan agar anak tersebut memperoleh kecerdasan yang matang. Sehingga untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD) tidak di ragukan lagi. Animo masyarakat yang begitu tinggi pun terbukti dengan adanya para orangtua yang menyekolahkan anaknya pada usia tersebut. Di ketahui berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta jumlah keberadaan PAUD untuk wilayah Jakarta Barat mencapai 681 PAUD yang terdiri dari 38 PAUD negeri serta 643 PAUD swasta. Sayangnya dari sekian banyak jumlah PAUD yang terdata, ada salah satu PAUD yang lokasinya berada di bawah jembatan layang (fly over). PAUD tersebut bernama "Bintang Ceria" yang beralamat di Jalan Pejagalan Raya Rw02 Pekojan Tambora Jakarta Barat. Sebenarnya para guru pengajar serta orangtua anak didik, hampir setiap saat merasa was-was. Tapi apa mau di kata, sepertinya para pejabat setempat tak mau ambil pusing serta tak mau peduli dengan keberadaan mereka. Kekhawatiran para guru pengajar sebenarnya sudah pernah di sampaikan ke Lurah, namun hingga kini tak pernah ada jawaban yang pasti. "Bener Pak, saya pernah usulkan ke Lurah agar keberadaan PAUD tersebut segera di relokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Karena kami khawatir suatu saat jembatan layang (fly over) tersebut kmungkinan bisa saja ambruk lalu menimpa kami," kata Ani (nama samaran) guru pengajar dengan 2 putra. Keheranan serta kekhawatiran pun di tunjukkan orangtua anak didik dengan berbagai keluhan yang keluar dari mulut mereka, "Saya heran, kok PAUD di biarkan lama-lama di tempat yang nggak aman. Padahal mereka (maksudnya pejabat setempat - red) tahu bahwa lokasi tersebut sangat berbahaya karena letaknya tepat berada di bawah jembatan layang (fly over)," keluh Imran (nama samaran). Pada kesempatan akhir mereka sama-sama menghimbau agar para pejabat mau peduli dengan keberadaan PAUD tersebut, sehingga mereka merasa aman dan nyaman tatkala belajar.
08/09/14
Satpol PP Kecamatan Tambora, Obrak-Abrik PKL Pasar Alkaf
barabere.com, Jakarta - Penertiban yang di lakukan secara rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tambora, kali ini membuahkan hasil. Beberapa lapak pedagang kaki lima (PkL) yang biasa berjualan di Pasar Alkaf, Krendang Tambora Jakarta barat di angkut petugas. Selain di atas trotoar, mereka pun berjulan di bahu jalan yang merupakan area terlarang. Sehingga dengan keadaan tersebut, bisa menimbulkan kemacetan yang luar biasa. "PKL disini susah nggak bisadi atur. mereka jualan seenaknya sehingga terkesan tdak tertib dan semrawut. Sedang untuk parkiran motor yang berada di bahu jalan, jika di biarkan jelas sangat mengganggu ketertiban umum dan kemacetan.tak mungkin terelakkan. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan penertiban secara intensif terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang membandel," ujar salah seorang petugas Satpol PP. Selasa, (9/9) pagi. Ketika wartawan dari Media Online "barabere.com" menanyakan tentang pendapatnya dalaam penertiban kali ini kepada salah seorang pedagang yang lapaknya di angkut, ia menjawab : "Memang saya akui, jualan disini itu dilarang. Tapi mau gimana lagi, saya kan harus menghidupi anak istri," keluh pedagang yang tidak mau di sebut namanya. Dalam penertiban kali ini, aparat Satpol PP Kecamatan Tambora mengerahkan sekitar 30 personil.
Langganan:
Komentar (Atom)