23/09/14

Terganjal SK, Pelantikan Pimpinan DPRD Di Undur

barabere.com, Jakarta - Pelantikan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI   yang sedianya di agendakan pada hari Senin, (22/9/2014) lalu, terpaksa di undur. Hal itu di sebabkan belum adanya Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pimpinan DPRD DKI yang di keluarkan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Sehingga Pelaksanaannya kemungkinan di undur sampai pekan depan atau sampai dengan SK Pengangkatan Pimpinan dari Kemdagri di terima oleh DPRD. "Bagaimana mau di lantik, SK nya saja belum kami terima," kata Jhonny Simanjuntak, Ketua DPRD Sementara. Senin, (22/9/2014). Namun Politisi PDI-P tersebut lebih lanjut menambahkan, "Kami belum bisa memastikan, kapan SK dari Kemdagri turun. Namun demikian kami berharap agar SK Pengangkatannya turun secepatnya, sehingga Pelaksanaan Pelantikan Pimpinan DPRD DKI bisa di laksanakan pekan depan," demikian Jhonny. Sementara pihak Kemdagri menolak anggapan bahwa terganjalnya SK Pengangkatan Pimpinan DPRD DKI bukan karena di sengaja. Namun hal itu di sebabkan pihaknya belum menerima Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan dari Pmpinan DPRD Sementara, sehingga pihaknya tidak bisa mengeluarkan SK tanpa adanya Surat Pengajuan tersebut. "Bagaimana mungkin SK bisa keluar, tanpa adanya Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan dari Pimpinan DPRD Sementara," kilah Dodi Riyadmadji. Namun lebih  lanjut, Juru Bicara Kemdagri tersebut meyakinkan bahwa : "SK Pengangkatan akan keluar dalam waktu 12 hari, setelah Surat Pengajuan Pengangkatan dan Pelantikan Pimpinan dari DPRD telah kami terima," sambung Dodi. Sebelumnya Ketua DPRD Terpilih periode 2014-2019 usai Rapat Paripurna pada Senin, (14/9/2014) menyatakan bahwa.: "Kemungkinan Pelantikan Pimpinan DPRD DKI akan di langsungkan antara tanggal 22-23 September 2014. Setelah itu, secepatnya kami akan bekerja mnyusun Komisi-Komisi serta Badan-Badan Kelengkapan Dewan," kata Prasetyo Edi Marsudi, Politisi PDI-P.  

22/09/14

PAUD "Bintang Ceria" Butuh Kepedulian Pejabat Setempat

barabere.com, Jakarta - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi anak berusia 4-5 tahun sangatlah di butuhkan, hal itu di karenakan agar anak tersebut memperoleh kecerdasan yang matang. Sehingga untuk mencapai jenjang yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD) tidak di ragukan lagi. Animo masyarakat yang begitu tinggi pun terbukti dengan adanya para orangtua yang menyekolahkan anaknya pada usia tersebut. Di ketahui berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta jumlah keberadaan PAUD untuk wilayah Jakarta Barat mencapai 681 PAUD yang terdiri dari 38 PAUD negeri serta 643 PAUD swasta. Sayangnya dari sekian banyak jumlah PAUD yang terdata, ada salah satu PAUD yang lokasinya berada di  bawah jembatan layang (fly over). PAUD tersebut bernama "Bintang Ceria" yang beralamat di Jalan Pejagalan Raya Rw02 Pekojan Tambora Jakarta Barat. Sebenarnya para guru pengajar serta orangtua anak didik, hampir setiap saat merasa was-was. Tapi apa mau di kata, sepertinya para pejabat setempat tak mau ambil pusing serta tak mau peduli dengan keberadaan mereka. Kekhawatiran para guru pengajar sebenarnya sudah pernah di sampaikan ke Lurah, namun hingga kini tak pernah ada jawaban yang pasti. "Bener Pak, saya pernah usulkan ke Lurah agar keberadaan PAUD tersebut segera di relokasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Karena kami khawatir suatu saat jembatan layang (fly over) tersebut kmungkinan bisa saja ambruk lalu menimpa kami," kata Ani (nama samaran) guru pengajar dengan 2 putra. Keheranan serta kekhawatiran pun di tunjukkan orangtua anak didik dengan berbagai keluhan yang keluar dari mulut mereka, "Saya heran, kok PAUD di biarkan lama-lama di tempat yang nggak aman. Padahal mereka (maksudnya pejabat setempat - red) tahu bahwa lokasi tersebut sangat berbahaya karena letaknya tepat berada di bawah jembatan layang (fly over)," keluh Imran (nama samaran). Pada kesempatan akhir mereka sama-sama menghimbau agar para pejabat mau peduli dengan keberadaan PAUD tersebut, sehingga mereka merasa aman dan nyaman tatkala belajar. 

08/09/14

Satpol PP Kecamatan Tambora, Obrak-Abrik PKL Pasar Alkaf

barabere.com, Jakarta - Penertiban yang di lakukan secara rutin oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tambora, kali ini membuahkan hasil. Beberapa lapak pedagang kaki lima (PkL) yang biasa berjualan di Pasar Alkaf, Krendang Tambora Jakarta barat di angkut petugas. Selain di atas trotoar, mereka pun berjulan di bahu jalan yang merupakan area terlarang. Sehingga dengan keadaan tersebut, bisa menimbulkan kemacetan yang luar biasa. "PKL disini susah nggak bisadi atur. mereka jualan seenaknya sehingga terkesan tdak tertib dan semrawut. Sedang untuk parkiran motor yang berada di bahu jalan, jika di biarkan jelas sangat mengganggu ketertiban umum dan kemacetan.tak mungkin terelakkan. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan penertiban secara intensif terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang membandel," ujar salah seorang petugas Satpol PP. Selasa, (9/9) pagi. Ketika wartawan dari Media Online "barabere.com" menanyakan tentang pendapatnya dalaam penertiban kali ini kepada salah seorang pedagang yang lapaknya di angkut, ia menjawab : "Memang saya akui, jualan disini itu dilarang. Tapi mau gimana lagi, saya kan harus menghidupi anak istri," keluh pedagang yang tidak mau di sebut namanya. Dalam penertiban kali ini, aparat Satpol PP Kecamatan Tambora mengerahkan sekitar 30 personil.    

13/07/14

7 Rumah Petak Di Duri Utara Tambora, Hangus Terbakar

barabere.com, Jakarta - Percikan api yang kerap trjadi pada tumpukan kabel tiang listrik di pertigaan Duri Utara - Krendang Raya, Tambora Jakarta Barat, kali ini menuai bencana. Akibat dari konsleting tersebut, kabel listrik yang tepat berada di atas rumah Ajun (40 th) seorang pedagang sembako, terputus. Hingga mengeluarkan api, lalu menyambar ke bagian atap rumahnya yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Seketika itu pula api membesar dan menghanguskan  rumah-rumah yang ada di sebelahnya. Untunglah petugas damkar dengan 29 unit mobil pemadam tiba di lokasi, sehingga dua jam kemudian, api dengan cepat berhasil di padamkan. Menurut saksi mata, "Awalnya sih mati lampu, tapi setelah nyala kembali terjadi konslet pada tumpukan kabel yang ada di tiang listrik. Kemudian percikan api terjadi berkali-kali hingga memutuskan saluran kabel listrik yang tepat berada di atas rumah petak yang di tempati Ajun (40 th)," ujar Muntasar yang biasa di sapa Acay, seorang warga Rt010/01 Krendang, Tambora. Sabtu, (12/7) pagi. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 7 rumah petak hangus terbakar serta tidak di temui adanya  korban jiwa. Adapun kerugian dalam musibah tersebut, di taksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara kasusnya masih dalam penanganan aparat Kepolisian Sektor Metro Tambora. 

20/06/14

Pesta Perpisahan Siswa-Siswi SDN Jembatan Lima

barabere.com, Jakarta - Suasana nampak ceria tatkala para siswa-siswi di sertai orangtua/wali murid datang memenuhi undangan di acara Pesta Perpisahan siswa-siswi kelas enam 02, 03 dan 04 Petang Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat. Selain sambutan oleh para panitia, acara tersebut menampilkan berbagai hiburan menarik. Di antaranya menampilkan Kesenian serta Tarian Betawi, Pantomin, Penyanyi Cilik, Modern Dance, Berbagai Tarian Kolosal dan lain sebagainya. "Wah .  senang sekali, dalam acara ini bisa kumpul sama teman lama. Dan saya perhatikan, baik siswa-siswi maupun orangtua murid nampak tak kuasa meluapkan kegembiraan tatkala putra-putri mereka pun turut serta mengisi acara tersebut," kata seorang ibu yang putranya pun ikut mengisi acara tersebut. Sabtu, (21/6) pagi. Kesimpulan dalam acara tersebut, "Semoga acara perpisahan siswa-siswi kelas enam yang sedang di laksanakan ini, menjadi kenangan tersendiri," kata seorang guru SDN Jembatan Lima Tambora Jakarta Barat.   

17/06/14

Jembatan Penghubung Kedua Kota, Di Terlantarkan

barabere.com, Jakarta - Sejak ambruknya jembatan yang menghubungkan kedua kota yakni Kelurahan Duri Pulo, Gambir Jakarta Pusat dengan Kelurahan Grogol, Grogol Petamburan Jakarta Barat, Jum'at (6/6) sampai berita ini di turunkan belum juga di perbaiki, padahal jelas-jelas jembatan tersebut sangat di butuhkan warga yang bermukim disana. Selain sebagai penghubung kedua kota karena akses yang sangat dekat, jembatan itupun sangat di butuhkan para siswa-siswi yang hendak berangkat ataupun pulang sekolah. Saat masih berfungsi, mereka umumnya menggunakan jembatan tersebut sebagai jalur alternatif yang paling dekat. Warga Duri Pulo hampir tiap hari berbelanja di Pasar Grogol, begitu juga sebaliknya warga Grogol pun bisa dengan cepat menuju Pusat Perbelanjaan Roxy Mas ataupun Season City. Dan dengan adanya jembatan penghubung tersebut sangatlah di rasakan manfaatnya bagi warga setempat, karena untuk tiba ke tempat yang di tuju tidaklah terlalu lama. Warga di sekitar lokasi menyayangkan lambannya perbaikan yang hingga kini berlarut-larut, sehingga sejak ambruknya jembatan tersebut terkesan di biarkan begitu saja alias di terlantarkan. Padahal sarana kepentingan umum haruslah di utamakan, mengingat akses yang digunakan sangatlah membantu. Namun begitu warga tetap optimis, Dinas Pekeraan Umum DKI Jakarta yang membidangi masalah Perbaikan Jalan dan Jembatan segera memperbaikinya. Ketika wartawan menanyakan perihal jembatan yang hingga kini belum juga diperbaiki kepada salah seorang warga sekitar, kemudian di jawabnya, "Iya Pak, kejadiannya hampir dua minggu yang lalu tapi hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki juga. Padahal jembatan tersebut sangat berarti sekali bagi kami, walau sesekali di pakai tawuran pelajar," kilah seorang ibu rumah tangga yang bermukim di Rw06 Grogol. Selasa (17/6). Lebih lanjut ia menambahkan, "Kami berharap kepada instansi terkait untuk secepatnya memperbaiki jembatan tersebut, mengingat sebentar lagi menjelang bulan puasa serta Hari Raya Idul Fitri sehingga jembatan tersebut bisa di gunakan kembali," tambahnya.                                                                                        

02/06/14

Proses KJP Rumit, Orangtua Siswa Makin Menjerit

barabere.com, Jakarta - Di usianya yang sudah berjalan satu setengah tahun lamanya, nampaknya KJP masih saja menuai berbagai kendala. Mulai dari pembagian KJP yang tidak merata hingga tak tepat sasaran. Juga pada proses pembuatan serta adanya verifikasi data yang terkesan rumit, membuat para pemohon dan penerima KJP kebingungan. Dan sampai saat ini pun masih banyak warga DKI yang tidak mampu ternyata belum tersentuh bantuan, padahal jelas-jelas mereka sangat membutuhkan untuk membeli berbagai keperluan sekolah. Baru-baru ini Dinas Pendidikan DKI telah memberi kesempatan kepada warga tidak mampu yang belum mendapatkan KJP agar segera membuat surat permohonan pengajuan sebagai penerima KJP tahun anggaran 2014. Sebagai syarat kelengkapan dalam memperoleh KJP adalah sebagai berikut :  Surat Permohonan yang di tulis tangan, Surat Pernyataan yang di tulis tangan dan bermeterai 6000, Foto copy KTP dan KK yang harus di legalisir oleh kelurahan serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan. Adapun semua berkas persyaratan, masing-masing rangkap lima. Mengingat batas waktu yang di berikan amat sempit atau hari Senin (2/6) semua berkas sudah harus di kumpulkan, maka tak ayal tiap-tiap kantor kelurahan yang ada di DKI bak pasar ayam akibat membludaknya warga yang hendak membuat SKTM dan melegalisir KK. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pendidikan DKI, "Bagi yang sudah menerima KJP sebelumnya, cukup verifikasi data dengan membawa KJP lama ke bagian Seksi Pendidikan di kecamatan serta tidak perlu pakai SKTM lagi," jelas Larso Marbun. Di tambahkan pula, terbatasnya anggaran di tahun 2014 yang hanya 779 miliar bisa menjadi polemik. Oleh karenanya, kemungkinan yang menerima KJP tahun 2014 ini tidak sebanyak yang di harapkan yaitu 611.507 siswa. Sebelumnya Pemprov DKI telah mengucurkan dana bagi penerima KJP setiap tiga bulan sekali dengan rincian sebagai berikut : SD sebesar Rp180 ribu/siswa, SMP sebesar Rp210 ribu/siswa dan SMA sebesar Rp240 ribu/siswa. Ketika wartawan Media Online "barabere.com" memantau proses pengembalian permohonan KJP di salah stu sekolah di Jakarta barat, terlihat adanya seorang pegawai sekolah yang bekerja hingga larut malam masih menerima berkas persyaratan KJP  yang di sodorkan orangtua siswa. "Demi pengabdian walau sampai larut malam pun di tunggu, barangkali ada orangtua sisiwa yang belum menyerahkan berkas mengingat waktunya tidak boleh lewat dari hari Senin," demikian Iqbal Sardi (25th), salah satu pegawai di bagian operator SDN Jembatan Lima 04 Petang. Senin, (2/6) malam.