(Inzet : Jad N Sugi pada kesempatan pertama) barabere.com, Jakarta - Kekhawatiran yang menghantui kontestan Jad N Sugi di setiap minggunya, akhirnya terbukti juga. Saat Gala Show 1 X Factor Indonesia Season 2, mereka beruntung lolos. Namun mereka merasakan, semakin ke depan tantangan semakin berat. Banyaknya peserta yang tereliminasi, membuat mereka semakin sock. Apalagi tantangan menuju final di suguhi dengan bermacam-macam konsep. Itulah sebabnya mengapa penampilan mereka di Gala Show 2 X Factor Indonesia Season 2 semalam kurang maksimal, hingga akhirnya membuat polling sms serta G Votenya terendah bersama-sama Sulle Wijaya. Namun di sayangkan, untuk memasuki babak selanjutnya para juri pun harus memilih satu diantara mereka. Dan ternyata 3 juri masing-masing, Afgan, Bebi Romeo dan Ahmad Dhani lebih menyelamatkan Sulle Wijaya ketimbang Jad N Sugi hingga akhirnya Jad N Sugi pun tereliminasi. Jum'at, (19/6) malam. Menurut Rossa selaku mentornya, "Dia mengalami beban berat (sock) dengan banyaknya teman-teman yang setiap minggunya tereliminasi. Apalagi jelang ke final, di suguhi bermacam-macam konsep". Lain lagi Afgan : "Sebenarnya dari Solo menjadi group vokalnya aman, namun x factornya belum terlihat sepenuhnya". Lain halnya dengan Babe Romeo, "Dalam bernyanyi tidak mencari hanya itu saja tapi lebih bisa dengan kemampuan bernyanyi sehingga harus lebih cross lagi. Dan saya berharap jika bertahan dan lolos, mudah-mudahan bisa memenuhi X Factornya". Sedang Ahmad Dhani dengan singkat mengatakan, "Apa yang di tampilkan oleh Jad N Sugi belum maksimal, hingga kurang mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia". Dengan demikian, minggu depan pada Gala Show 3 X Factor Indonesia Season 2 yang tersisa tinggal 11 kontestan lagi yang akan bersaing.20/06/15
Gara-Gara Sock, Jad N Sugi Tereliminasi
(Inzet : Jad N Sugi pada kesempatan pertama) barabere.com, Jakarta - Kekhawatiran yang menghantui kontestan Jad N Sugi di setiap minggunya, akhirnya terbukti juga. Saat Gala Show 1 X Factor Indonesia Season 2, mereka beruntung lolos. Namun mereka merasakan, semakin ke depan tantangan semakin berat. Banyaknya peserta yang tereliminasi, membuat mereka semakin sock. Apalagi tantangan menuju final di suguhi dengan bermacam-macam konsep. Itulah sebabnya mengapa penampilan mereka di Gala Show 2 X Factor Indonesia Season 2 semalam kurang maksimal, hingga akhirnya membuat polling sms serta G Votenya terendah bersama-sama Sulle Wijaya. Namun di sayangkan, untuk memasuki babak selanjutnya para juri pun harus memilih satu diantara mereka. Dan ternyata 3 juri masing-masing, Afgan, Bebi Romeo dan Ahmad Dhani lebih menyelamatkan Sulle Wijaya ketimbang Jad N Sugi hingga akhirnya Jad N Sugi pun tereliminasi. Jum'at, (19/6) malam. Menurut Rossa selaku mentornya, "Dia mengalami beban berat (sock) dengan banyaknya teman-teman yang setiap minggunya tereliminasi. Apalagi jelang ke final, di suguhi bermacam-macam konsep". Lain lagi Afgan : "Sebenarnya dari Solo menjadi group vokalnya aman, namun x factornya belum terlihat sepenuhnya". Lain halnya dengan Babe Romeo, "Dalam bernyanyi tidak mencari hanya itu saja tapi lebih bisa dengan kemampuan bernyanyi sehingga harus lebih cross lagi. Dan saya berharap jika bertahan dan lolos, mudah-mudahan bisa memenuhi X Factornya". Sedang Ahmad Dhani dengan singkat mengatakan, "Apa yang di tampilkan oleh Jad N Sugi belum maksimal, hingga kurang mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia". Dengan demikian, minggu depan pada Gala Show 3 X Factor Indonesia Season 2 yang tersisa tinggal 11 kontestan lagi yang akan bersaing.14/06/15
Masjid Jamie Manba'ul Chairat Krendang, Butuh Bantuan Dermawan
(Inzet : Anggaran menipis, renovasi terhenti) barabere.com, Jakarta - Walau sempat tertunda untuk mencapai keinginan merenovasi total Masjid Jamie Manba'ul Chairat, namun berkat tekad kuat serta kerja keras warga Rw05 Krendang yang pada akhirnya pembangunan pun bisa langsung di mulai. Di awali dengan modal sumbangan dari para donatur, swadaya masyarakat, serta kas masjid yang mencapai Rp91.153.000,- (Sembilan puluh satu juta seratus lima puluh tiga ribu rupiah), pihak panitia langsung membeli berbagai peralatan serta bahan-bahan material yang di butuhkan. Rupanya dengan modal awal tersebut sangat jauh dari harapan, sehingga di tengah jalan pembangunan terpaksa di hentikan sementara. Saat di tanya tentang kegiatan pembangunan masjid yang sempat terhenti, salah seorang panitia menjawab : "Anggaran yang ada pada kami sudah menipis, sehingga kegiatannya terpaksa di hentikan sementara," ungkapnya. Lebih lanjut ia menambahkan, "Perlu di ketahui, bahwa dalam merenovasi total masjid yang beralamat di jalan Krendang Barat Rt006/05 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora Jakarta barat tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB), untuk merenovasi total pembangunan masjid menjadi 2 lantai serta adanya penambahan fasilitas lain membutuhkan biaya sebesar Rp1.239.425.000,- (Satu milyar dua ratus tiga puluh sembilan juta empat ratus dua puluh lima ribu rupiah). Untuk itu kami pihak panitia berharap kepada para dermawan terutama kepada para pejabat wilayah baik Lurah, Camat dan Walikota, dan yang lebih utama kepada Bazis Jakarta barat, agar mau membantu kesulitan kami terutama dalam hal anggaran yang kami butuhkan. (Fastabaqul - Khairat). Sehingga pembangunan masjid yang sempat terhenti, bisa di lanjutkan kembali. Hingga pada akhirnya, masjid yang menjadi impian umat islam tersebut bisa segera terwujud. Dan atas bantuan yang anda berikan tak lupa kami doakan, semoga amal kebajikan bapak/ibu, muslimin dan muslimat mendapat ridho dari Allah swt. Amin Ya Robbal A'lamin," demikian harapan panitia masjid. Senin, (15/6).10/06/15
Malam Penutupan TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh" Krendang, Menjengkelkan
(Inzet : Silvi Anggraeni saat berpidato) barabere.com, Jakarta - Jelang bulan suci ramadhan yang penuh maghfiroh serta bulan yang penuh rahmat dari Allah swt, seperti biasa setiap majlis ta'lim dimanapun berada pasti mengadakan acara penutupan. Dan salah satu majlis ta'lim di wilayah kelurahan Krendang yang menyelenggarakan acara tersebut adalah Taman Pendidikan Al-Qur'an "Nurul Islam Ad-Dauroh", yang pada tanggal 10 Juni 2015 lalu menyelenggarakan acara malam penutupan pengajian anak-anak dengan cara sederhana namun meriah. Selain di hibur marawis dari para santri itu sendiri, serta di isi pula dengan berbagai pidato oleh sekitar 100-an santri TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh" yang beralamat di Jalan Krendang Timur Gang IV Rt011/01 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora Jakarta barat. Saat sambutan di hadapan sekitar puluhan orangtua santri yang hadir, ketua TPA "Nurul Islam Ad-Dauroh", Nurdin S.Ag mengatakan, "Di dalam ajaran islam, tidak ada yang tidak di benarkan untuk belajar agama islam. Dan para orangtuapun jangan sampai meninggalkan kewajiban untuk mendidik anaknya dalam belajar agama islam," demikian Nurdin. Lebih lanjut beliau menghimbau, "Orangtua sedianya agar menjaga anaknya, karena mereka merupakan aset. Dan juga di usahakan, agar jangan sampai terbengkalai seperti sampah yang tidak di senangi oleh masyarakat. Seperti bunyi falsafah, piring, sendok, gelas hilang di cari. Sedang anak sendiri hilang, tak di cari," imbaunya. Di akhir sambutan beliau menyampaikan pesan dari Kapolsek Tambora, Kompol Wirdhanto Hadicaksono SIK, MSi kepada santri-santrinya, agar jangan sampai membangunkan sahur sebelum pukul 01.00 WIB. Andai pesan berisi larangan tersebut di langgar, maka beliau tak segan-segan akan menindaknya. Usai sambutan, acarapun di lanjutkan dengan pembacaan hafalan masing-masing santri di hadapan para oranggtuanya. Namun saat memasuki pertengahan acara, sempat terjadi insiden yang tidak mengenakkan. Saat dimana ketika orangtua santri hendak mengambil gambar/foto putrinya yang akan berpidato, tiba-tiba terpeleset dan terjatuh akibat banyaknya genangan air mineral di lantai. Namun sangat di sayangkan, di hadapan orang banyak justru kebodohan ketua TPA tersebut di tonjolkan. Seharusnya saat melihat kejadian beliau cepat-cepat menyuruh santri lain yang berada di tempat kejadian agar membersihkan genangan air mineral tersebut, sehingga tidak pula membahayakan bagi yang lainnya. Prilakunya justru terbalik, beliau malah mentertawakannya. Tentu saja hal tersebut membuat malu orangtua santri di hadapan orang banyak, karena seolah-olah beliau mengejeknya. Dan atas tindakan bodoh dari ketua TPA tersebut, orangtua santri hanya bisa menyesalinya. Seharusnya "Tertawanya ketua TPA tersebut sangat di sesalkan dan sangat di sayangkan, karena jelas-jelas sangat menyinggung orangtua santri di hadapan orang banyak/umum. Dan ulah tersebut merupakan suatu tindakan yang tak beretika, oleh sebab menjengkelkan," sesal orangtua santri. Akhirnya tak sampai di penghujung acara, orangtua santri itupun pamit dengan menahan rasa malu. Rabu, (10/6) malam.05/06/15
Showcase dan Gala Show X Factor Indonesia
(Inzet : Para Juri dengan 12 kontestan) barabere.com, Jakarta - X Factor Indonesia akan memasuki tahap Showcase yakni unjuk kebolehan 12 kontestan yang paling di tunggu-tunggu dimana 12 kontestan terpilih untuk pertama kali tampil secara live di hadapan para juri dan ratusan juta pemirsa televisi. Dan acara tersebut di siarkan langsung dari Studio 8 RCTI mulai Jum'at, 5 Juni 2015 pukul 21.00 WIB. Mereka para kontestan akan bersaing di panggung Gala Show untuk mendapatkan satu posisi wildcard yang menjadi impian para finalis yang gagal pada tahap sebelumnya. Setelah lewat serangkaian audisi, Boot Camp, The Chair dan Judges Home Visit hingga akhirnya menghasilkan 12 kontestan terpilih yang akan di mentori oleh para juri mentor. Berbeda dengan tahun sebelumnya, masing-masing mentor akan unjuk kekuatan mementori kategori masing-masing. Bebi Romeo sebagai mentor untuk kategori Boys dengan kontestan antara lain, Ramli Nurhappi, Siera Latupeirissa dan Aldy Saputra Tunggala. Afgan yang merupakan juri mentor baru akan mementori kategori Girls dengan kontestan yaitu Clarisa Dewi, Ismi Riza dan Riska Wulandari. Rossa, mentor juara tahun lalu, tahun ini mementori kategori Groups antara lain, Jad N Sugy, Classy dan JB and Patty. Serta Ahmad Dhani akan mementori untuk kategori Overage dengan kontestan Angela July, Sulle Wijaya dan Desy Natalia. Tahap Showcase merupakan titik awal seluruh kontestan tampil maksimal dengan dukungan penuh dari masing-masing mentor. "X Factor Indonesia tentu akan menjadi tayangan yang selalu dinanti setiap minggunya. Tahap Showcase akan menjadi keistimewaan tersendiri dimana para kontestan pertama kali akan secara live memberikan penampilan terbaik untuk memukau para juri dan pemirsa setia RCTI," ujar Dini Putri, Programming and Production Director RCTI. Jum'at, (5/6). Kemudian di lanjutkan, "Keempat juri akan mementori setiap kategori berbeda. Mereka akan lebih berkompetisi dalam mementori kategori masing-masing mulai dari pemilihan lagu, teknik bernyanyi, koreografi hingga pemilihan busana yang tentunya akan menjadi tanggung jawab mereka sebagai mentor," lanjut Untung Pranoto, Head of Production Director RCTI. "Factor X yang sudah di temukan lewat audisi ketat para juri dari 12 kontestan terpilih akan di asah dan di kembangkan kembali. Lewat bimbingan mentor-mentor yang berkompeten, akan lahir bintang baru di X Factor Indonesia. Pada episode Showcase nanti akan terpilih kuda hitam yang melengkapi satu kategori. Dan kita akan tahu, siapa yang gagal sebelumnya dan beruntung kembali menjadi finalis ke-13 hingga malam nanti merupakan malam yang luar biasa penuh dengan kompetisi yang sengit," tambah Fabian Dharmawan, Head of Operational Production RCTI. Pada malam Showcase, tak hanya 12 kontestan terpilih yang akan tampil, namun 12 kontestan yang tak lolos tahap Judges Home Visit pun akan kembali berkompetisi untuk meraih wildcard untuk melengkapi salah satu kategori dalam bersaing di panggung Gala Show X Factor Indonesia. Mereka adalah Ranie Kless, Ditta Kristy, Rahmadani, Julia Martinez, Yohana Sarah Mukti, Ajeng Astianti, Yefta Richael Sitinjak, Ario Setiawan, Aditya Wijaya Kusumah, VocaGroove, Mini Me dan Chlara Duo. Namun siapakah diantara mereka yang menjadi kontestan ke-13 hingga bisa bersaing di panggung Gala Show X Factor Indonesi04/06/15
Satpol PP Kecamatan Tambora Kembali Tertibkan PKL Krendang
(Inzet : Saat penertiban berlangsung) barabere.com, Jakarta - Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal di tepi kali Cibubur, Krendang, kembali di tertibkan. Lapak dan gerobak mereka tak luput dari sasaran, semuanya di angkut untuk kemudian di naikkan ke atas truk yang telah di sediakan. Pada penertiban kali ini, puluhan Satpol PP di kerahkan. mereka sigap mengantisipasi berbagai keadaan. Hingga akhirnya penertiban pun berlangsung kondusif tanpa ada perlawanan dari para pedagang. Karena mereka para pedagang menyadari, selain tak mentaati kebijakan juga melanggar aturan. Sebelumnya kawasan tersebut pernah di tertibkan, namun kebanyakkan para pedagang membandel hingga akhirnya kembali marak. Pada penertiban sebelumnya Lurah Krendang, Mahfud telah memberi kebijaksanaan dengan memperbolehkan para pedagang berjualan mulai pukul 17.00 hingga selesai. Namun toleransi tersebut tak di manfaatkan pedagang dengan baik, hingga banyak di antara mereka yang membandel. Tanpa toleransi lagi, akhirnya dagangan merekapun di obrak-abrik Satpol PP. Salah seorang pedagang yang gerobaknya di angkut hanya bisa pasrah. "Habis mau di kata apalagi, ini sudah nasib bagi orang yang suka membandel seperti saya. Kecuali hanya bisa pasrah, dengan keadaan ini," tutur pedagang dengan nada sedih. Saat salah satu 3 Pilar Kelurahan Krendang di konfirmasi tentang tujuan dari penertiban tersebut, beliau menjawab : "Kami 3 Pilar Kelurahan Krendang sedang giat-giatnya menata wilayah dan apa yang kami lakukan semua semata-mata agar wilayah tidak terkesan kotor serta kumuh," kata Mahfud, Lurah Krendang yang rajin blusukan. Lebih lanjut beliau menambahkan, "Pada dasarnya kami tidak melarang mereka berjualan, namun seharusnya merekapun tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan agar wilayah tidak terkesan kotor dan kumuh," sambungnya. Kamis, (4/6)28/05/15
Gerobak PKL Di Jalan Krendang Tengah, Bikin Jalan Sempit
(Inzet : Gerobak PKL yang di kuasai preman) barabere.com, Jakarta - Keberadaan gerobak-gerobak PKL di simpang tiga jalan Krendang Timur dan Krendang Tengah Rw02 atau lebih tepatnya berada di depan musholla, sungguh mengganggu lingkungan. Lagi pula dengan adanya gerobak tersebut, selain tak enak di pandang mata, wilayahpun terkesan kotor dan kumuh. Kondisi jalanpun semakin sempit, sehingga banyak para pengendara kecewa saat melintasinya. Saat masalah tersebut di konfirmasikan kepada bapak Mastur selaku Ketua Rw setempat, beliau menjawab dengan pepatah : "Orang yang makan nangkanya, kami yang kena getahnya," ujar Mastur dengan nada kesal. Beliau menambahkan, "Sebenarnya gerobak-gerobak tersebut milik para pedagang dan biasa di gunakan untuk berjualan pada malam hari yakni di sekitar kawasan Jembatan Lima. Namun usai berjualan, mereka malas untuk membawa pulang. Sehingga banyak di antara pedagang yang menitipkannya kepada preman dan tanpa di ketahui pengurus wilayah setempat. Tentu saja kami sebagai pengurus wilayah merasa kecewa dengan keberadaan gerobak tersebut, sehingga kami merasa tidak di hargai," keluh Mastur. Sabtu, (30/5). Wargapun banyak yang menolak dengan adanya gerobak-gerobak tersebut, karena selain mengganggu aktivitas juga bikin sempit jalan. "Gerobak tersebut suatu ganjalan bagi kami untuk melakukan berbagai kegiatan bersih-bersih lingkungan. Tempat yang seharusnya kami bersihkan, akhirnya di lewati begitu saja. Sehingga wilayah kami yang seharusnya bersih, indah dan asri, tetap saja masih terkesan kotor dan kumuh," demikian Isra, salah satu pengurus wilayah. Dalam mengatasi kesemrawutan di wilayahnya, Masturpun berembug bersama pengurus wilayah lainnya dan di capailah kesimpulan yang intinya meminta serta memohon bantuan pejabat terkait dalam hal ini bapak Camat Tambora dan Lurah Krendang agar secepatnya menertibkan keberadaan gerobak-gerobak yang telah di kuasai preman.24/05/15
Pencanangan Hari Bakti Dokter Indonesia Ke-107 Di Rusunawa Tambora
(INZET : Ketua Umum PB IDI, dr Zaenal Abidin) barabere.com, Jakarta - Adanya permasalahan kesehatan bangsa yang hampir 70 tahun merdeka, masih banyak di temui saat ini. Padahal masa depan kesehatan bangsa, sangat tergantung pada apa yang di lakukan seluruh komponen bangsa terutama di bidang kesehatan. Karenanya untuk mewujudkan kondisi sehat suatu bangsa, kesehatan anak dalam satu keluarga menjadi sangat penting dalam menentukan kualitas kesehatan generasi penerus. Begitu pula tugas seorang ibu, bersama suami mendidik serta menjaga kesehatan seluruh anggota keluarganya. Sehingga gangguan kesehatan pada ibu dan anak yang secara langsung dapat di katakan mempengaruhi status kesehatan sebuah bangsa, dapat di atasi. Dengan mengusung tema "Dokter Untuk Bangsa, Strategi Merawat Indonesia" pada kegiatan tahun 2015 ini, PB IDI bersama POGI serta Perhimpunan Dokter yang di dukung Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI serta Pemprov DKI, BPJS Kesehatan dan IDI wilayah/cabang se-DKI, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Gerakan Satu Juta Telur Untuk Anak Indonesia yang merupakan puncak acara pada Hari Bakti Dokter Indonesia ke-107. Adapun kegiatan deteksi dini tersebut menggunakan metode IVA secara cuma-cuma dengan target 300 ibu rumah tangga. Sedang untuk pembagian telur, kegiatan menargetkan anak-anak di bawah usia 2 tahun (1000 hari pertama kehidupan). Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Zaenal Abidin menjelaskan, "Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu yang mencapai 32 per 1000 kelahiran hidup sebagian besar akibat kanker serviks. Oleh sebab itu dengan adanya gerakan sederhana seperti deteksi dini serta pencegahannya kemungkinan dapat meminimalisir angka kematian tersebut. Dan apabila di lakukan dengan tepat, massif dan konsisten, maka masalah besarpun akan menjadi kecil yang akhirnya bisa di selesaikan," jelasnya. Beliaupun menambahkan, "Melalui momentum Hari Bakti Dokter Indonesia, seluruh jajaran IDI baik di tingkat pusat maupun daerah dapat lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui kegiatan Sosial kesehatan beliaupun berharap, agar masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada dokter Indonesia di tengah derasnya laju globalisasi dan komersialisasi yang sedikit banyak mengikis rasa kemanusiaan pelaku kesehatan. Semoga Indonesia yang lebih sehat dapat terwujud untuk masa depan yang lebih baik," demikian Zaenal. Minggu, (24/5)
Langganan:
Komentar (Atom)